Pengalaman Pertama Naik Bus Transjogja

Hari ini aku membuat pengalaman pertamaku naik bus Transjogja. Beberapa bulan lalu aku tahu kalau bus Transjogja memiliki rute yang bisa dijangkau dari tempat tinggalku di Bantul. Sekitar 1,5 km atau 20 menit berjalan kaki.

Tujuanku hari ini adalah Galeri Langgeng Art Foundation untuk menghadiri pameran Lara Mara yang diadakan oleh mahasiswa UGM.


Aku mengambil beberapa foto dengan smartphone-ku.










 











Perjalanan berangkat ada sedikit drama, karena aku nggak tahu harus nunggu di halte bus yang mana. Informasi yang kudapatkan dari Google Maps dan aplikasi Transjogja tidak terlalu kupahami. Aku memutuskan menggunakan insting saja untuk menemukan pemberhentian bus itu.


Bangunan pertama mirip halte yang kutemui terdapat di utara gerbang masuk Masjid Agung Bantul. Ada berapa orang duduk di sana yang membuatku turut bergabung. Namun, saat bus Transjogja mendekat, bus itu tidak berhenti. Artinya, bangunan ini bukan halte.


Setelah itu, aku bangkit lalu berjalan menelusuri trotoar ke arah utara. Lagi, aku menemukan bangunan yang mirip. Para driver ojek online tampak sedang beristirahat di sana. Asumsiku tempat ini bukanlah halte seperti yang sebelumnya.


Nggak jauh dari situ akhirnya aku nemuin halte di depan kantor sebuah bank. Kenapa aku bisa tahu kalau itu halte. Ada plang bertuliskan "bus stop" :)


Setelah busnya tiba, ada masalah selanjutnya. Gimana cara bayar busnya? 


Dari info yang kutahu, bus Transjogja menerima pembayaran secara nontunai dan tunai. Setelah masuk bus, aku mencoba membayar menggunakan kartu debit Jago Syariahku. Tapi setelah digesek-gesek di mesin oleh kondektur ternyata tidak bisa. Akhirnya aku menanyakan apakah bisa menggunakan pembayaran tunai, ternyata bisa. Lega!


Bus Transjogja dengan pintu di tengah yang menerima pembayaran tunai dan mbak di depanku yang ternyata sama-sama sedang buka Google Maps. Kirain aku aja🤭


Aku cukup menikmati perjalananku. Busnya angles. Suasana di dalam bus juga membuatku nyaman. Berdasarkan pengalaman, naik bus Transjogja lebih menyenangkan dari pada naik bus Purwokerto-Kebumen saat MA dulu. Sampai-sampai aku nggak terlalu mikirin nanti berhenti di halte mana. Aku bahkan berfikir akan berhenti di mana saja saat bus berhenti. 


Eits … tapi kan aku punya tujuan. Pada akhirnya aku turun di halte bus paling dekat dengan lokasi pameran.


Setelah beberapa menit menelusuri Jalan MT Haryono, sampailah aku di tempat pameran. Begitu masuk, aku melihat ada berapa mahasiswa di dalam. Saat itu perasaan 'asing' menyerang. Aku sempat berfikir, pulang saja! Beruntung, petunjuk datang di saat yang tepat: tangga kayu menuju lantai atas.


Taraa! Di lantai inilah pameran seninya digelar.



Lukisan karya Yeriex yang aku vote sebagai karya terbaik di pameran. 









Karya-karya kreatif dan inovatif sesuai dengan tema pelestarian lingkungan.

Keterangan yang membantu pengunjung memahami makna dari karya.


Mumpung sepi, selfie dulu✌️


Aku menikmati pameran ini. Begitu aku mengamati lukisan pertama. Setelahnya, aku masuk ke zona flow. Alunan musik dan suasana tenang membuatku nyaman. Acara ini juga membangkitkan kesadaranku untuk ikut serta menjaga bumi tempat tinggal kita.



Ada yang membuatku terharu, Di dalam bus dalam perjalanan pulang, saat tersedia sebuah kursi kosong beberapa anak lelaki sepantaran adikku yang kebanyakan berdiri kompak mempersilakanku untuk duduk🥺


Jogja, aku ingin kembali ….



Note: tulisan ini aku tulis seminggu yang lalu tapi baru dipublish hari ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW Si Anak Pelangi (Tere Liye)

REVIEW Ayah | Andrea Hirata