Aku Ingin Tetap Jadi Pembaca Walau Sudah Jadi Penulis
Suatu waktu... dulu ketika aku masih SMP aku senang sekali membaca dan meminjam buku-buku di perpustakaan. Dan aku pun mulai mengenal nama-nama penulis seperti Asma Nadia, Ira Madan, Oka Aurora, Hanum Salsabiela Rais, dan sang suami, Rangga Almahendra. Karya-karya mereka luar biasa dan sudah ada yang difilmkan. Alhasil aku pun jadi salah seorang yang suka membanding-bandingkan versi film dan novelnya... Asyik juga sih... sok-sok tahu lah😅
Nah, ketika SMP itu aku membaca buku-buku itu--yang kebanyakan novel--dengan riang, ringan, dan tanpa beban. Bahkan walaupun nilai pelajaranku anjlok gara-gara jarang baca buku pelajaran😌 Eh, ternyata ketika kita membaca dengan riang, kita bisa menyerap secara maksimal isi dari buku itu. Iya kan?
Di suatu waktu yang lain... beberapa tahun setelahnya.. ketika sudah duduk di bangku
MA--ya saat ini nih saat aku nulis ini--dan aku berkeinginan menjadi penulis yang mengharuskanku untuk banyak membaca sebagai referensi untuk tulisanku, aku justru kehilangan keriangan ketika membaca seperti dulu karena dituntut fokus. Dan kadangkala aku sering membanding-bandingkan tulisan di buku itu--yang berbobot dan enak dibaca--dengan tulisanku yang masih amburadul gak karuan😂.
Terus aku mikir, "Bikin tulisan gini gimana caranya?"
Atau, "Gimana nyainginnya?"
Dan yang lebih parah.. nih kalo yang nulis temen sendiri, "Pasti dia copas tuh!"
Wadidaw😥
Baca buku yang tadinya riang gembira jadi penuh prasangka gara-gara 'katanya' mau jadi penulis. Astaghfirulloh...
Akhirnya akupun menyadari, jadi penulis itu bukan tentang gimana caranya bikin tulisan ter-the best yang malahan nantinya jadi takabbur. Tapi, menulis itu tentang berbagi. Membuat karya yang bermanfaat bagi pembaca.
Dan tetaplah jadi pembaca walaupun sudah menjadi penulis. Lupakan 'gelar' penulis itu ketika membaca. Ibaratkan dirimu sebagai seorang musafir yang kehausan di tengah padang pasir lalu tanpa disangka-sangka menemukan sumber air. Tanpa pikir panjang kaupun langsung menenggak air itu dengan hati dipenuhi kegembiraan yang meluap-luap.

Komentar
Posting Komentar