REVIEW Buku Kenal, Dekat, Akhirnya Jatuh Cinta Pada Al-Qur'an

 

Sumber gambar: Instagram @hanahanifah26


Judul: Kenal, Dekat, Akhirnya Jatuh Cinta Pada Al-Qur'an: Menemukan Kedahsyatan Al-Qur'an dalam Hati Agar Hidup Lebih Berarti

Penulis: Hana Hanifah

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Tahun terbit: 2016

ISBN: 978-602-02-9252-6

Blurb:


"Kenalkah engkau denganku? Aku adalah temanmu, yang membangunkan lelap tidurmu, mengganggu waktu malammu, mengasingkan dirimu dari keramaian, menghiasi lisanmu, kau tangiskan keagunganku, kau berikan kasih sayangmu, dan kau limpahkan segenap cintamu. Aku adalah Al-Qur'an yang selama ini bersamamu. Kini izinkan aku untuk kembali bersamamu, melepas kesepianmu, dan menunjukanmu ke dalam surga-Nya."


Tatap kembali hati kita.

Sudahkah ia mengenal Al-Qur'an sebagai fitrahnya?

Kapan terakhir kali kita menyentuh dan membacanya?

Mengapa sulit rasanya meluangkan waktu dan merasakan kenikmatan saat bersamanya?

Mungkin ia masih asing dalam hati kita.

Mungkin terlalu banyak dosa yang kita perbuat,

hingga sulit untuk meluangkan waktu dan menemukan nikmat.


Kenali, dekati, cintai Al-Qur'an, dan temukan kedahsyatan dalam setiap ayat-ayatnya!


🌹🌹🌹


Buku ini aku pinjam dari Ipusnas. Teman-teman, udah tahu belum aplikasi Ipusnas ini? Jadi, Ipusnas adalah perpustakaan digital yang dimiliki oleh Badan Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Di sini teman-teman bisa meminjam buku-buku secara gratis. Bukunya bisa dibaca secara offline lagi. Buat yang suka baca, buruan download aplikasi Ipusnas di Google Play Store ya!😉


Aku tahu buku Kenal, Dekat, Akhirnya Jatuh Cinta Pada Al-Qur'an karena beberapa bulan lalu penulisnya, Kak Hana Hanifah (namanya mirip aku ya😊) menjadi pemateri di seminar yang di selenggarakan oleh IPSI (Ikatan Penulis Sastra Indonesia). Oke, ini review buku Kenal, Dekat, Akhirnya Jatuh Cinta Pada Al-Qur'an.


🌼Kenali Al-Quran🌼

Cara untuk menumbuhkan rasa cinta yaitu dengan mengenalnya lebih dekat. Begitu pula ketika kita ingin mencintai Al-Qur'an.


Al-Qur'an adalah wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasul kita, Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Bertempat di Gua Hira, Jabal Nur pada Ramadhan 610 Masehi. Wahyu terakhir diturunkan pada bulan Zulhijah 632 Masehi. Jika dibulatkan, maka Al-Qur'an diturunkan dalam kurun waktu 23 tahun.


Untuk apa Al-Qur'an diturunkan? Allah subhanahu wata'ala menjawab dalam firman-Nya:

"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil) …." 

(QS. Al-Baqarah: 185)


Ada banyak hal yang sering terlupakan dalam sesi mengenal lebih dekat dengan Al-Qur'an, terutama keberkahan Al-Qur'an bagi pembacanya. 

…. Al-Qur'an akan datang pada hari kiamat kepada yang membacanya dan memberi syafaat baginya. Bahkan, Al-Qur'an merupakan salah satu unsur yang dapat menerangi kita tatkala di alam kubur nanti. (hal. 8)


Al-Qur'an adalah kitab tanpa keraguan di dalamnya. Isi Al-Qur'an pun terjaga kemurniannya hingga hari akhir. Sebab Allah yang menjaganya.


Dijelaskan dalam hadis, bahwa ketika seseorang atau suatu perkumpulan mereka membaca Al-Qur'an, Allah akan menurunkan ketenangan dan rahmat bagi yang membacanya.


…. Al-Qur'an akan membawa ketenangan bagi yang membacanya. Ketika pikiran kita kalut, gundah, gelisah, dan sedang dirundung masalah yang cukup menguras pikiran, maka dengan tanpa kita ketahui artinya pun, Al-Quran bisa memberi ketenangan kepada kita. (hal. 15-16)


🌼Dekati Al-Qur'an🌼

Setelah mengenal Al-Qur'an, selanjutnya mulailah dekati Al-Qur'an. Bagaimana cara mendekatinya? Baca … baca … baca … !

Ya, mari biasakan untuk membaca Al-Qur'an secara rutin. Bacalah sesuai kemampuan kita. Yang penting istiqamah ya!😊


Luangkan waktu kita di pagi hari untuknya, maka ia akan memberkan keberkahannya di hari itu. Luangkan waktu kita di sore hari untuknya, maka ia akan memberikan ketenangan di hati kita. Luangkan waktu di malam hari untuknya, maka ia akan menjaga lelapnya tidur kita. (hal. 36)


Tahap untuk mencintai Al-Qur'an dimulai dari keterpaksaan. Paksakan diri meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an. Berat memang, tapi yakinlah Allah akan membantu usaha kita. Lama-lama kita akan terbiasa, lalu menjadi kebutuhan. Kebutuhan akan sakinah karenanya, kebutuhan karena berbagai manfaatnya, kebutuhan akan segala petunjuk yang dijelaskannya. Bahkan karena Al-Qur'an adalah teman setia kita. (hal. 40)


Al-Qur'an, kitab yang mulia, maka perlakukan ia dengan mulia. Perhatikanlah adab ketika membacanya. Diantaranya mengikhlaskan niat hanya karena Allah, menutup aurat, menghadap kiblat, dalam keadaan suci, dianjurkan bersiwak, membaca sambil duduk, memulai dengan ta'awudz, dan berdoa kepada Allah lewat ayat yang dibaca.


"Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan tartil (perlahan-lahan)."

(QS. Al-Muzzammil: 4)


Selain tetap memperhatikan adab saat membaca Al-Qur'an, kita diwajibkan untuk membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Sehingga, kekhusyukan dan kenikmatan saat kita membacanya akan benar-benar kita rasakan. (hal. 57)


"Maka adakah mereka sengaja tidak berusaha memahami serta memikirkan isi Al-Qur'an?"

(QS. Muhammad: 24)


Ayat di atas mengandung perintah untuk meresapi kandungan Al-Qur'an yang kita baca.


Imam Ibnu Qayim pernah menguraikan, jika tidak ada apa pun yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba baik di dunia dan di akhirat nanti dan lebih dekat keselamatannya daripada menghayati Al-Qur'an, maka memperhatikannya dan memusatkan pikiran kosentrasi pada maknanya menjadi sebuah keharusan. (hal. 63-64)


Cara untuk bisa dekat dengan Al-Qur'an adalah dengan menghafalnya. Para penghafal Al-Qur'an adalah hamba yang dipilih oleh Allah sebagai keluarga-Nya.


🌼Jatuh Cinta Pada Al-Qur'an🌼

Siapakah yang mencintai Al-Qur'an? Tentu merekalah yang memang mencintai Allah. 

…. Segala cinta yang kita rasakan di dunia ini adalah salah satu tanda luasnya cinta Allah kepada kita. Tidak ada cinta yang sebenar-benarnya cinta selain cinta Allah kepada hamba-Nya. (hal. 140)


Orang yang mencintai Al-Qur'an tentu ia pun mencintai Rasulullah.


"Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu contoh dan suri teladan yang baik."

(QS. Al-Ahzab: 21)


Bagaimana cara mencintai Rasulullah? Yaitu dengan membaca sirahnya, menjalankan sunah-sunahnya, dan membaca shalawat untuknya.


"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal berkasih sayang dan saling cinta-mencintai adalah seperti sebatang tubuh. Apabila salah satu anggotanya kesakitan, maka seluruh anggota tubuh yang lain turut merasa sakit."

(HR. Bukhari dan Muslim)


Sebagai sesama muslim kita diperintahkan untuk saling mencintai, menyayangi, dan mengayomi. Dimulai dari keluarga, sanak saudara, sahabat, dan muslim yang lainnya.


Yuk, mulai belajar mengenal, dekat, dan mencintai Al-Qur'an! Semoga Allah memudahkan segala usaha kita. Aamiin.😊







Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW Si Anak Pelangi (Tere Liye)

Pengalaman Pertama Naik Bus Transjogja

REVIEW Ayah | Andrea Hirata