REVIEW Madre: Takdir Sebuah Toko Roti

 


Judul: Madre
Penulis: Dee Lestari
Penerbit: PT Bentang Pustaka
Jumlah halaman: v + 56 halaman


Novelet Madre adalah karya pertama  Dee Lestari yang aku baca. Awalnya, aku hanya mengetahui Dee Lestari adalah seorang penyanyi dan penulis yang terkenal dengan novel Supernovanya. Selebihnya, bagiku Dee masih asing.


Aku mengenal lebih dalam Dee Lestari melalui program Belajar dari Bintang yang diselenggarakan oleh Komunitas Bisa Menulis. Saat itu, Dee Lestari menjadi narasumbernya. Ia terlihat begitu klop dengan sang moderator, Asma Nadia. Aku terkesima dengan sikapnya yang low profile. Kala itu, Dee dengan senang hati berbagi ilmu kepenulisan dengan kami, para penulis pemula. Satu pesannya terpaku dalam ingatan: TULIS DAN TAMATKAN!


Sejak itu, aku ingin sekali membaca tulisan-tulisan karya Dee Lestari. Hingga menemukan novelet ini di Ipusnas lalu meminjamnya. Suatu saat, aku ingin menuntaskan keenam seri Supernovanya.


Novelet Madre bercerita tentang Tansen yang tiba-tiba mendapatkan warisan berupa kunci dari mendiang Tan Sin Gie, sang kakek yang semasa hidup tak pernah dikenalnya.


Ternyata kunci yang diterima Tansen adalah kunci sebuah kulkas yang digunakan untuk menyimpan Madre, di toko roti milik Tan.


Madre adalah adonan biang yang sudah berusia puluhan tahun hasil karya Lakshmi, istri Tan yang tak lain neneknya Tansen. Nah, yang belum tahu apa itu adonan biang bisa baca di sini.


Dulunya, toko roti bernama Tan De Bakker ini pernah menjadi langganan para penyuka roti. Namun, belakangan penjualan roti menurun bahkan sang pemilik kesulitan membayar karyawan. Akhirnya toko roti ini mati suri.


Disebut mati suri karena Tan yakin Tansen akan mampu menghidupkannya kembali.


Namun, apa yang dilakukan Tansen tak sesuai dengan harapan sang kakek, Tansen berniat menjual Madre kepada Mei, pemilik Fairy Bread. Sebab ia saja tak bisa membuat roti apalagi menghidupkan sebuah toko roti.


Pak Hadi, penjaga Tan De Bekker  membuat semacam acara untuk melepas Madre bersama rekan-rekan karyawan yang sudah puluhan tahun mengabdi di Tan De Bekker. Saat itulah Tansen merasa telah melakukan sebuah kesalahan besar. Segera ia menghubungi Mei dan mengubah kerja sama mereka.


Kerja sama yang mereka sepakati ialah Fairy Bread mengambil pesanan roti dari Tan De Bekker. Tansen dan para karyawan yang sudah jompo itu berhasil melakukan pekerjaan mereka dengan baik.


Meski begitu, Tansen merasa telah meyusahkan para karyawan karena telah membuat mereka terjaga sejak dini hari sampai roti siap diantar. Tentu hal tersebut mengganggu kesehatan mereka yang sudah tak lagi muda.


Tansen lalu meminta pendapat Mei atas masalah yang  tengah dihadapi. Mei mengusulkan agar Tan De Bekker dibuka kembali dan merekrut para karyawan baru. Bangunannya dipoles. Teknik marketingnya dirubah.


Tan De Bekker hidup kembali dengan wajah dan nama baru: Tansen De Bekker.


Novelet Madre telah diadaptasi ke dalam film dengan berbagai pengembangan. Diperankan oleh Vino G. Bastian, Laura Basuki, Didi Petet, Titi Qadarsih, dan Framly Nainggolan. Film ini rilis pada tahun 2013.


Trailer Madre the Movie




Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW Si Anak Pelangi (Tere Liye)

Pengalaman Pertama Naik Bus Transjogja

REVIEW Ayah | Andrea Hirata