Potret Kehidupan Anak Jalanan Dalam Film Surat Kecil Untuk Tuhan



Sumber foto: www.Kompasiana.com

Tuhan, 
Aku rindu sama Bapak dan Ibu 
Sekarang aku cuma punya Kakak. 
Tuhan, 
Jangan pisahkan kita berdua ya
Semoga suratku bisa sampai di Surga 
Tolong kabulkan permintaan kami ya 
(Angel & Anton) 

Di menit-menit awal film diputar, kita diajak menyelami kehidupan masa kecil kakak beradik, Anton dan Angel. Sejak mereka kabur dari rumah paman yang kejam lalu terlunta-lunta di jalanan. Hingga sepasang tangan itu mengulurkan tangan, menawarkan tempat untuk tinggal, Om Rudi. 

Anton sangat menyayangi Angel. Kakak yang ingin selalu melindungi adik kecilnya. Karena, itu Angel tak ingin mereka terpisah. Maka ia pun menulis keinginan sederhananya pada buku. Pinta yang ia harap dikabulkan Tuhan. 

Om Rudi ternyata tidak sebaik yang mereka kira. Pria itu memaksa Anton dan Angel bersama belasan anak-anak lain untuk mengamen di jalanan. Mereka tidak berani pulang sebelum memenuhi jumlah setoran minimal yang harus disetorkan. Atau, hukuman dari dipukul dengan rotan, disetrika, hingga kepala ditenggelamkan ke dalam air akan diterima. 

Di sini, aku terkagum dengan pengambilan gambar yang megah. Didukung soundtrack lagu-lagu masa kecil. Membuat merinding dan menyayat hati. 

Kehidupan jalanan dekat dengan bahaya. Angel menjadi korban tabrak lari. Beruntung saat itu ada seorang ibu yang bersedia membawanya ke rumah sakit dengan mobilnya. 

Saat Angel dalam kondisi tak sadarkan diri. Om Rudi memberitahu Anton bahwa sudah ada orang tua angkat yang mau mengadopsi keduanya. Orang tua angkat, janji manis lelaki itu pada semua anak-anak jalanan di bawah kendalinya. Permintaan Anton agar mau menunggu Angel pulih agar mereka pergi bersama ditolak mentah-mentah. 

*** 

Lima belas tahun telah berlalu. Angel sukses menjadi pengacara dan menetap di Australia bersama kedua orang tua angkatnya. Dengan kemampuannya, dia memberi perlindungan hukum pada warga negara Indonesia yang mengalami masalah di Australia. 

Sebuah kejadian mempertemukannya dengan Martin yang berprofesi sebagai dokter spesialis jantung. Merasa cocok, akhirnya mereka menjalin hubungan serius. 

Angel selalu dihantui pertanyaan di mana keberadaan kakaknya. Sebab sejak dia sadarkan diri di rumah sakit saat itu, dia tak pernah lagi menjumpai Anton. Dengan bantuan rekan kerjanya, Angel bertolak ke Indonesia untuk mengusut kasus tersebut. Sementara kepada Martin dan kedua orang tuanya, Angel mengatakan ingin melanjutkan karier di negeri kelahiran. 

Angel dan rekan-rekan kerjanya membuka mataku. Bagaimana proses hukum dapat berjalan. Cara mereka mencari informasi. Menggali keterangan dari orang-orang yang mungkin terlibat. Juga pentingnya saksi dan bukti untuk menguatkan tuntutan kepada pelaku. 

Sekelebat memori pelajaran Pkn terputar di otak. Bersyukur, kita hidup di negara hukum. 

Ada salah satu adegan yang menarik perhatianku. Saat Angel memberikan uang kepada seorang anak yang mengamen, lalu sopir yang mengemudikan mobil yang ditumpanginya berkata, "Jangan dibiasain ngasih ke pengamen, Bu. Kita udah capek-capek kerja mereka mau enaknya aja, males-malesan. Masih kecil udah begitu, apalagi gedenya." 

Kata-kata tersebut cukup familiar bagiku. Ya, barangkali aku termasuk salah satu orang yang berpikiran demikian. Padahal .... 

"Bapak yakin mereka males? " 

Yap. Tidak semua yang tertangkap indra sesuai aslinya. Penting banget buat dipahami agar tidak mudah menilai hal-hal yang belum kita ketahui adanya. 

Ningsih, salah satu anak jalanan di rumah Om Rudi dahulu berhasil ditemui Angel. Namun, ia tidak mau memberikan keterangan lebih lanjut kepada Angel dan memohon agar tidak melibatkan dirinya dalam kasus ini. 

Aku paham banget apa yang dirasakan Ningsih. Dia tidak ingin siapapun mengorek luka masa lalunya yang sudah ia kubur dalam-dalam. Namun, bagaimanapun, sikap ini menyulitkan penyelidikan. 

Malam itu, Angel akhirnya bisa menemukan Om Rudi. Dari sanalah, meski berliku, akhirnya kasus ini bisa terungkap. 

Di manakah Anton? 

Bagaimana hubungan LDR Angel dan Martin? 

Sanksi apa yang akan diterima Om Rudi? 

Semua akan terungkap di filmnya. Yang aku ceritakan di sini adalah sebagian kecilnya. Durasi film yang hampir dua jam benar-benar digunakan untuk mengeksplorasi isi cerita. God job! 

Terima kasih untuk Falcon Pictures atas mahakarya yang berkualitas. 

Buat yang butuh tontonan yang menyentuh, penuh pesan moral dengan plot twist yang mengejutkan, film ini wajib jadi pilihan! 

Jangan lupa siapkan tisu sebelum menonton👌 

Trailer Surat Kecil Untuk Tuhan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW Si Anak Pelangi (Tere Liye)

Pengalaman Pertama Naik Bus Transjogja

REVIEW Ayah | Andrea Hirata